TfY7TSdpTpClTpW5Gpr8Gfr9

Diduga Ada Praktek Langsir BBM Subsidi di SPBU Tebing Tinggi, Polisi Diminta Bertindak

SPBU Tebing Tinggi Kecamatan Tebo Tengah.(Poto:Supri/teboonline.id)

TEBOONLINE.ID - Antrian panjang mobil truk yang melakukan pengisian bahan bakar jenis solar di salah satu SPBU di Kecamatan Tebo Tengah, semakin mengkhawatirkan. 

Pemandangan ini sudah menjadi hal yang biasa setiap hari, terutama dengan adanya dugaan praktik langsir yang dilakukan oleh beberapa oknum. Pada Sabtu, 15 Maret 2025, fenomena ini kembali terpantau, di mana berbagai jenis truk terlihat mengantre di SPBU Tebing Tinggi tersebut.

Seorang pengendara, Budi, warga Kecamatan Tebo Tengah, mengungkapkan keluhannya terkait situasi ini. Menurutnya, mobil-mobil truk tersebut selalu terlihat di SPBU setiap hari, sehingga kendaraan lain yang ingin mengisi BBM jenis solar menjadi kesulitan. 

Kondisi ini tentu saja mengganggu pengguna jalan lainnya yang juga membutuhkan BBM untuk keperluan operasional mereka.

Lebih lanjut, Budi berharap pihak Kepolisian dan instansi terkait segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini. Apalagi, arus mudik Lebaran sudah semakin dekat, sehingga ketersediaan BBM harus tetap terjaga dengan baik. 

Ia khawatir jika praktik langsir terus dibiarkan, masyarakat umum akan semakin kesulitan mendapatkan Solar di SPBU.

Selain menyebabkan antrean panjang, praktik ini juga dikhawatirkan berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Jika benar ada oknum yang melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi, maka hal tersebut perlu ditindak tegas agar distribusi BBM lebih merata dan tepat sasaran. 

SPBU sebagai penyedia BBM juga diharapkan lebih selektif dalam melayani pengisian, agar tidak terjadi monopoli oleh pihak-pihak tertentu.

Dengan adanya laporan dari masyarakat seperti Budi, diharapkan aparat keamanan dapat segera turun tangan untuk menertibkan antrean truk di SPBU tersebut. Langkah pengawasan yang lebih ketat perlu diterapkan agar distribusi BBM bersubsidi bisa dinikmati oleh mereka yang benar-benar berhak. 

Jika dibiarkan terus-menerus, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga roda perekonomian yang bisa terganggu akibat kelangkaan Solar di pasaran.(crew)

Type above and press Enter to search.